Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Barong : keliling desa meramaikan pariwisata Bali. Apa kisahnya ?

with 3 comments

Barong Brutuk, salah satu jenis tari Barong di Bali. Barong perlambang kebajikan, dibawakan penari dengan kostum binatang berkaki empat. Rangda perlambang kejahatan dibawakan penari dengan kostum menyeramkan dan dua taring di mulutnya. Pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan memang tak pernah usai hingga akhir jaman. Namun, jangan lewatkan pertunjukan yang satu ini. ( foto : budidwihartanto )

Tari Barong adalah jenis tari terpopuler untuk pariwisata di Bali. Barong Keket memadukan singa, macan, sapi dan boma. Badan Barong dihiasi ukiran kulit, ditempeli cermin berkilau, bulu dari serat sejenis daun pandan, ijuk atau bulu gagak. Pertarungan kebajikan ( dharma ) dan keburukan ( adharma ), alias rwa bhineda, dilukiskan dalam tari Barong Keket.

Bangkal adalah babi besar yang tua. Barong Celeng menyerupai bangkal. Barong Bangkung menyerupai bangkung. Dua orang menarikannya keliling desa saat wabah penyakit menyerang atau hari keramat diiringi tetamburan. Barong Asu menyerupai anjing ( asu ) di Tabanan dan Badung. Biasanya dipentaskan keliling desa pada hari tertentu, diiringi baleganjur.

Barok Brutuk ditarikan remaja yang telah disucikan, menggambarkan makhluk suci pengiring Ida Ratu Pancering Jagad yang beristana di Pura Pancering Jagad, Trunyan. Barong Kadingkling atau Barong Blasblasan ditarikan keliling desa Kintamani, di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung. Ia mengenakan daun pisang kering ( keraras ) dan topeng batok kelapa. Setiap orang yang membawa cambuk, memecut, seraya berlari keliling pura diiringi gamelan baleganjur. Para penari cilik bertopeng wayang orang mengisahkan adegan perang Ramayana di hari raya Galungan dan Kuningan. Diiringi gamelan batel dan babonangan ( gamelan batel dilengkapi reyong ).

Barong Gajah menyerupai gajah yang ditarikan 2 orang. Langka dan keramat. Dipentaskan keliling desa ( ngelawang ) di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli, diiringi gamelan batel ( tetamburan ). Barong Macan menyerupai macan, dipentaskan keliling desa diiringi gamelan batel dan dibalut kisah semacam Arja.

Barong Landung, semula, untuk mengelabui makhluk halus penebar penyakit dan bahaya ke perkampungan Bali. Makhluk-makhluk itu dianggap hulubalang Ratu Gede Mecaling yang menyeberangi laut dari Nusa Penida. Pendeta sakti menyarankan penduduk membuat patung tinggi, besar, hitam dan bertaring mirip majikan mereka ( Jero Gede Mecaling ) dan mengaraknya keliling kampung. Para makhluk itu takut dan menyingkir. Penderitaan penduduk sirna. Patung Jero Luh dibuat untuk menemani Jero Gede. Kedua Barong Landung itu lalu dihibur, diajak jalan-jalan, menari dan bersenang-senang. Suasana pun menjadi ramai.

Anda pernah melihat keramaian ini ?

Written by Vitra AB

03/09/2011 pada 17:50

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. thanx for the thoughts :))

  2. Mantab! Kebetulan, saya lagi merilis kaos barong (hand drawing)
    kalau tertarik silahkan meluncur ke blog saya🙂

    rawdepibb

    20/09/2011 at 00:48


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s