Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Jaipongan : tari pergaulan yang merakyat sekaligus melanglangbuana. Tamu negara pun terhibur.

leave a comment »

Tari Jaipongan menjadi identitas kesenian Jawa Barat. Tempo hari di Trans TV, ada kontestan IMB yang konsisten membawakan tari Jaipongan. Rumingkan. Belia, cantik juga powerfull. Saya baru tahu, Pencak Silat ikut mempengaruhi tari Jaipongan. Pantas saja. ( foto : kompas )

Tari Jaipongan, siapa tidak kenal ?

Tarian rakyat ini juga digelar untuk menyambut tamu negara  yang datang ke Jawa Barat. Identitas kesenian Jawa Barat yang dibawa dalam misi kesenian ke mancanegara. Tari ini mempengaruhi seni pertunjukan wayang, degung, genjring ( terbangan ), kacapi jaipong dan bahkan musik dangdut. Pong-Dut.

Bagaimana Jaipongan diciptakan ?

Tari Jaipongan, hasil modifikasi tari tradisional khas Sunda, Ketuk Tilu, yang populer sekitar tahun 1916. Ketuk Tilu sudah ada sejak tahun 1809 ketika Groote Postweg dibuat. Waditra yang digunakan waktu itu adalah rebab, kendang, 2 kulanter, 3 ketuk dan gong. Gugum Gumbira, seniman asal Bandung, lalu mengkreasikannya kembali menjadi tari Jaipong. Ia sangat mengenal pola gerak tari tradisi yang berkembang di Kliningan atau Bajidoran ( Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, Subang ).

Gerak bukaan, pencugan, nibakeun, mincid dari beberapa kesenian di sini menjadi inspirasi kesenian Jaipongan. Nama populernya. Ronggeng dan pamogoran ( penonton yang ikut menari dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu, Doger dan Tayub ) mempengaruhi Jaipong sebagai tari pergaulan. Beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet. Gerak dasar tari Jaipongan juga diambil dari Pencak Silat.

Karya Jaipongan pertamanya adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” ( tari putri ) dan “Rendeng Bojong” ( tari putra putri, berpasangan ). Muncul nama Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurniadi sebagai penari Jaipongan yang andal. Setelah dipentaskan di TVRI tahun 1980, tari Jaipongan pun laris manis diundang ke hajatan, televisi dan perayaan. Penggiat seni tari menjadi lebih aktif menggali tarian rakyat yang sebelumnya kurang diperhatikan. Kursus tari Jaipongan dibuka. Sanggar atau grup tari dibentuk di Jawa Barat untuk melayani permintaan masyarakat.

Tari Jaipongan bergaya Kaleran berciri ceria, humoris, semangat, spontan, sederhana, alami dan apa adanya. Seni Jaipongan di Bandung diberi pola ( Ibing Pola ). Di Subang dan Karawang tidak berpola ( Ibing Saka ). Jaipongan gaya Kaleran ini disajikan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Tatalu
  2. Kembang Gadung
  3. Buah Kawung Gopar
  4. Tari Pembukaan ( Ibing Pola ) yang dibawakan penari tunggal atau sinden Tatandakan ( menarikan lagu sinden ).
  5. Jeblokan dan Jabanan, di mana para penonton ( bajidor ) sawer uang ( jabanan ) dengan salam tempel.

Tahun 1980-1990an, Gugum Gumbira menciptakan tari Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan dan Kawung Anten. Muncul penari Jaipongan andal : Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata dan Asep.

Tari Jaipongan diiringi musik Degung yang menghentak dengan suara kendang yang dominan. Penari bisa seorang, berpasangan atau berkelompok. Mereka menari di acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Jadi, anda tahu tari Jaipongan, pencipta Jaipongan dan penari Jaipongan sekarang.

Written by Vitra AB

31/08/2011 pada 17:48

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s