Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Topeng : dalang titisan dewa, ketupat pembayar nazar. She’s alive ?

leave a comment »

Maestro Topeng, Kartini Kisam mengenakan topeng Kedok Tiga Betawi, dan menari "Topeng Kedok Tiga Betawi" di Jakarta, tahun 2008. Pertunjukan "The Mask by the Maestro" ini untuk menghormati seniman topeng tradisi Nusantara yang semakin langka digelar. Terima kasih pada para empu tari dan penyelenggara. Bertahanlah. Jangan tinggalkan generasi penerus tanpa jati diri. ( foto : antara ).

Apa yang anda ingat tentang Jakarta ? Macet ? Penuh sesak ? Banjir tiap diguyur hujan ? Tapi orang terus berdatangan untuk mengadu nasib, transit atau beravontur menikmati obyek wisata. Di usianya ke 484 tahun, Jakarta berpenduduk lebih 9 juta jiwa. Penasaran kenapa demikian ?

Sunda Kelapa, dahulu namanya. Ketika Fatahillah merebutnya dari penjajah ( Portugis ) tahun 1527, dinamai Jayakarta ( = kemenangan yang selesai ). JP Coen, Gubernur Jenderal Belanda ( tahun 1600-an ) menghendaki Batavia menjadi pusat perdagangan besar. Kawasan Jalan Sudirman, masa Soekarno, dibangun untuk mengukuhkan identitas Jakarta sebagai ibukota negara.

Budaya setempat bertemu dengan budaya pendatang ( China, India, Arab, Turki, Persia, Portugis, Inggris, Belanda, dll ) melahirkan keragaman corak seni dan budaya. Perkawinan di antara mereka mempengaruhi cara berkesenian masyarakat Betawi. Di Situ Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, anda bisa melihatnya.

Ritual Topeng cukup penting dalam perkawinan dan khitanan warga Betawi.”Biar tekor asal kesohor,” kata mereka yang menjaga status sosialnya dengan menggelar pertunjukkan topeng. Pesta meriah, nazar terbayar.

Ketupat lepas adalah ritual pengundang ( empunya hajat ) saat melunasi nazarnya. Ketupat diletakkan di atas beras kuning bercampur uang logam. Kembang Topeng dan orang yang dinazari memegang ketupat itu diiringi alunan doa ( seseorang di dalam ). Setelah doa selesai dibacakan, ketupat dihentakkan dan uang diperebutkan anak-anak yang telah siap di depan.

Kembang Topeng dianggap mempunyai kekuatan supranatural, seperti Sukma Jaya yang menjadi ronggeng Topeng bernama Gandawirang. Sukma Jaya dan Jaka Pertaka merujuk Dewa Umar Maya yang sakti, ( dianggap ) bisa menyembuhkan Ratna Cuwiri. Kaki Jugil dalam cerita Jaka Pertaka ( dianggap ) menghidupkan patung kayu perempuan. Dewa ini ( dianggap ) menyamar sebagai dalang grup Topeng.

Tahun 1975, ada 60 grup Topeng di wilayah Jabotabek. Grup Topeng di Kecamatan Cibinong dan Cimanggis di Bogor, menggunakan bahasa Sunda. Grup Topeng di Kecamatan Curug, Cikupa, Balaraja ( pusat Topeng ), Tigaraksa, Kronjo, Kresek, Rejeg di Tangerang ( wilayah Lenong ) menggunakan bahasa Sunda. Grup Topeng di Kecamatan Bekasa, Tambun ( pusat Topeng ), Cikarang, Cibitung, Setu, Lemah Abang, Sukatani, Pebayuran, Babelan, Pondok Gede di Bekasi menggunakan bahasa Melayu Betawi. Grup Topeng di Kecamatan Koja, Jatinegara, Kramat Jali, Pasar Rebo ( pusat Topeng ) di Jakarta, menggunakan bahasa Melayu Betawi.

Topeng bagi orang Betawi, sekarang, adalah pertunjukan. Bentuknya teater, mengandung aspek tari, nyanyi, narasi dengan dialog maupun monolog. Pertunjukkan Topeng ini mungkin mengingatkan anda pada Jakarta.

Written by Vitra AB

27/08/2011 pada 07:00

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: