Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Kecak : kera berteriak cak, raksasa keok, Bali pun tersohor.

leave a comment »

Wisatawan sedang asyik menonton tari Kecak di depan sebuah pura di Bali. Mengapa pulau Bali sangat terkenal di dunia ? Banyak seni tradisi yang berhasil mereka hidupkan dari hari ke hari. Saya suka gemas jika popularitas Indonesia disandingkan dengan Bali. Bali adalah bagian dari Indonesia. Melalui JabarGuide, saya akan populerkan Indonesia dan pulau-pulau lainnya di Indonesia, sama topnya dengan Bali. Anda lihat saja. ( bukan karena saya dari Jawa Barat, he3x.. ) ( foto : geekytyo )

Puluhan penari laki-laki berbaris melingkar. Mereka menyerukan “cak” seraya mengangkat kedua lengan. Kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain mereka, ada penari lain yang menokohkan Rama, Sinta, Rahwana, Hanoman dan Sugriwa. Tergambar kisah Ramayana. Barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Epos Ramayana diceritakan dalam 5 babak. Babak pertama, muncul Sri Rama ( putra mahkota kerajaan Ayodya ). Dewi Sinta ( istri Rama ) dan Laksamana ( adik Rama ) di panggung ( hutan Dandaka ). Ketika mereka sedang berjalan muncul kijang emas. Sinta meminta Rama menangkapnya. Sinta ditinggal bersama Laksamana. Terdengar jeritan minta tolong. Sinta meminta Laksamana membantu Rama. Ketika Sinta seorang diri, muncul Rahwana ( Prabu Dasamuka yang lalim ) yang menculik Sinta dan membawanya ke Alengka.

Ditemani Trijata, keponakan Rahwana, Sinta meratapi nasibnya di istana Alengka. Muncul kera putih ( Hanoman ) memperlihatkan cincin Rama. Sinta menyerahkan cincinnya dan berpesan agar Rama segera menyelamatkannya. Babak empat, terlihat Rama melawan Megananda, putra Rahwana, di medan perang. Panah yang dilepas Megananda ke arah Rama berubah naga yang melilit Rama. Rama memanggil Garuda yang membebaskannya. Muncul Sugriwa ( pemimpin bala tentara kera ) melawan bala raksasa Rahwana pimpinan Megananda. Kubu Rama pun menjadi pemenang.

Kecak dari ritual Sang Hyang ( Niratha ), terutama lagunya. Tari tradisional, di mana penari tidak sadar berkomunikasi dengan Tuhan atau roh leluhur, dan menyampaikan harapannya pada masyarakat.  Pertunjukan seni Kecak diciptakan tahun 1930-an oleh Wayan Limbak bersama Walter Spies, pelukis Jerman.  Tanpa alat musik, hanya kincringan pada kaki mereka dan paduan suara sekitar 100 orang. Wayan Limbak bersama rombongan penari Bali mempopulerkan Kecak keliling dunia.

Sang Hyang Jaran : kuda jingkrak bermain api. Don’t try this at home.

Dalam IMB-Trans TV, beberapa waktu lalu, ada finalis dari Bali, Belda, yang mempertunjukkan kebolehannya bermain api. Saya bertanya dalam hati, apa di Bali ada tradisi menari dengan api menyala-nyala ? Sangat berbahaya. Mungkin, Sang Hyang Jaran ini jawabannya. Seorang lelaki berjingkrak-jingkrak seperti kuda. Menari di atas bara api dari sabut kelapa. Kidung Sang Hyang menuntun penari itu ke api. Jadilah, tarian api. Pertunjukkan mendebarkan ini digelar setelah tarian Kecak. Melengkapi pesona di pulau Bali.

 

Written by Vitra AB

20/08/2011 pada 17:14

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: