Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Tobe : tak ada perang, menyambut tamu pun jadi. Pesta pantai, yuk ..

leave a comment »

Warga Papua tidak hanya mengunyah pinang sirih dan berperang, lho. Mereka juga bisa berpesta dan menari menyambut anda, para wisatawan. ( foto : kidnesia )

Apa bedanya mengunyah pinang sirih dan menyambut tamu ? Bagi masyarakat Papua, keduanya sama-sama tradisi yang mendarah daging. Anda bisa menemukan noda merah bekas pinang dikunyah bertebaran di jalan. Juga, penjual pinang di hampir semua tempat.

Kelompok Wake Sembekera, dari Nafri, menyambut tamu dengan tarian Tobe ( perang ). 16 lelaki dan 2 perempuan menari diiringi tifa dan lagu perang pembangkit semangat. Panas matahari tak mereka hiraukan. Biasanya, tari perang dibawakan ketika kepala suku memerintahkan warganya untuk berperang. Karena sudah tidak ada perang, tari ini lalu untuk menyambut tamu dan pesta pantai.

Agustinus Taniau dan rekan-rekannya, dengan busana adat, manik-manik penghias dada, rok dari akar bahar, daun-daun tersisip di tubuh menghibur wisatawan. Riang gembira. Warga Papua cinta alam dan bangga dengan budayanya. Bagaimana dengan anda ?

Written by Vitra AB

10/08/2011 pada 16:00

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: