Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Maengket : 3 babak masyarakat yang guyub. Saya suka senyum kalian..

leave a comment »

Menari atraktif menyambut hari jadi Minahasa ke-577 dalam Festival Maengket. Melihat mereka menari, saya terkenang keramahan dan masakan lezat para ibu Sulawesi Utara. ( foto : suarapembaruan )

Apa yang terkenang jika anda pernah ke Sulawesi Utara ? Klaper tart, manisan pala, gehu, masakan ikan pedas diselingi minum panas, aroma cengkeh dan kopra yang dijemur di terik matahari, Taman Laut Bunaken, Danau Tondano, pemandangan gunung Manado Tua, udara pantai yang hangat, warga yang ramah ( meski  Islam bukan mayoritas di sana ), dan banyak lagi. Salah satunya, tari pergaulan yang dilakukan secara berpasangan. Maengket. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan. Amboi.

Tari tradisional Minahasa ini berkembang sejak rakyat mengenal pertanian di ladang. Dulu, ditarikan dengan gerakan sederhana saat panen padi. Sekarang, bentuk dan tarinya telah dikembangkan tanpa meninggalkan keaslian syair lagunya. Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayaan adalah 3 babak dalam Maengket.

Maowey Kamberu ditarikan sebagai ucapan syukur pada Tuhan yang telah memberi hasil panen yang melimpah. Marambak ditarikan setelah sebuah rumah dibangun oleh masyarakat secara gotong royong. Rumambak adalah pesta naik rumah baru. Seluruh warga kampung diundang untuk menguji kekuatan rumah baru dan pengucapan syukur. Lalayaan disebut tari pergaulan muda-mudi Minahasa yang akan mencari jodoh mereka.

Gunung Lokon di Kota Tomohon meletus ( 10/7/2011 ) dan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara meletus Minggu (3/7/2011) dinihari. Namun, keindahan Minahasa dan Sulawesi Utara jangan dilupakan jika anda sempat datang ke sana ( setelah abu dan kegelapan tersingkir ). Lihat keguyuban mereka bermasyarakat. Senyum mereka ( ibu tetangga kami sangat pandai memasak ).  Sekali akrab dengan mereka, anda takkan dilupakan ( termasuk diundang makan bersama ). Di Sulawesi Utara ( Manado ), pertama kali saya merasa tak ada sekat dengan penganut agama lain.

Sulawesi Utara, saya akan selalu mengenang kalian..

Written by Vitra AB

05/08/2011 pada 15:21

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s