Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Keris : pembuatannya dicampur batu meteorit ? Kapal Titanic pun kalah kuat. Tapi perlu dimandikan.

leave a comment »

Keris dibuat. ( foto : boyslamet )

Keris berbahan dasar besi baja, dicampur nikel, agar ringan membawanya. Dahulu, dicampur batu meteorit yang mengandung titanium yang tinggi, di samping nikel, kobal, perak, timah putih, kromium, antimonium dan tembaga. Yang terkenal adalah meteorit Prambanan, yang  jatuh ( abad 19 ) di kompleks candi Prambanan. Cara membuatnya : bilah besi dipanaskan hingga berpijar lalu ditempa berulang-ulang untuk membersihkan karbon dan oksida. Setelah bersih, bilah dilipat untuk menyisipkan bahan pamor di dalamnya. Lipatan ini dipanaskan dan ditempa hingga menempel dan memanjang. Cara, kekuatan, posisi tempa dan banyaknya lipatan menentukan kualitas pamor yang dihasilkan. Setelah prosen saton selesai, lempengan memanjang ini dipotong dua, disebut kodhokan. Lempeng baja disisipkan antara 2 kodhokan, diikat, dipijar dan ditempa hingga menyatu. Ujung khodokan dibuat agak memanjang untuk dipotong dan dijadikan ganja. Selanjutnya, membentuk  pesi, bengkek (calon gandhik) dan meliukkan bilah ( dengan pemanasan ). Ornamen ( ricikan ) dibuat dengan kikir, gerinda dan bor, sesuai dhapur ( bentuk ) keris yang akan dibuat.

Silak waja dilakukan dengan mengikir bilah untuk melihat pamor yang terbentuk. Ganja dibuat mengikuti bagian dasar bilah. Ukuran lubang sesuai diameter pesi. Terakhir, agar keris tampak tua ( nyepuhi = menuakan ), bilah dimasukkan dalam campuran belerang, garam dan perasan jeruk nipis (disebut kamalan). Pada keris Filipina tidak dilakukan proses ini. Nyepuhi juga bisa dengan memijarkan keris lalu mencelupkan ke cairan (air, air garam atau minyak kelapa) secara hati-hati agar keris tak retak.

Warangan dan minyak pewangi untuk merawat ( memandikan ) keris dilakukan tiap tahun dalam tradisi Jawa, biasanya bulan Muharram/ Syura. Cairan asam ( air kelapa, lumatan mengkudu atau perasan jeruk nipis ) untuk  membuang minyak pewangi lama dan membersihkan karat pada bilah keris. Minyak wangi secara tradisional dibuat dari minyak melati atau cendana yang diencerkan dengan minyak kelapa.

baca selanjutnya ..

Keris dimandikan, dengan ritual khusus yang menjadi bagian tradisi Jawa. Apakah senjata buatan negara lalui melalui proses sakral semacam ini ? ( foto : pusakakeris )

Written by Vitra AB

31/07/2011 pada 02:15

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s