Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Keris : terukir di candi, tercatat di prasasti dan laporan penjelajah. Di depan, siap bertarung ?

leave a comment »

candiSukuh

Relief di Candi Sukuh, menggambarkan seorang empu pembuat keris tengah bekerja. Saya beberapa kali mengunjungi candi, tapi baru sekarang memperhatikannya. Jejak kebudayaan Indonesia ternyata bisa ditelusuri dari sini. ( foto : wikipedia )

Keris modern memperoleh bentuknya sejak jaman Majapahit (abad 14) dan Kesultanan Mataram (abad 17-18). Relief di Candi Bahal peninggalan Kerajaan Panai/Pane ( abad 11 M), bagian kerajaan Sriwijaya, di Portibi Sumatera Utara, menunjukkan indikasi bahwa keris pada abad 10-11 M sudah menemukan bentuknya ( yang kita kenal sekarang ). Relief di Candi Sukuh ( abad 15 ), tempat pemujaan masa akhir Majapahit menggambarkan seorang empu tengah membuat keris. Bhima ( empu ) tengah menempa besi, Ganesha di tengah, dan Arjuna memompa tabung peniup udara untuk tungku pembakaran. Dinding di belakang empu menampilkan berbagai benda logam hasil tempaan, termasuk keris.

Orang Majapahit selalu mengenakan keris baja di ikat pinggang, yang berpola rumit, bergaris halus pada daun, hulu dari emas, cula atau gading, diukir berbentuk manusia atau wajah raksasa. ( catatan Ma Huan, anggota ekspedisi Cheng Ho, dalam “Ying-yai Sheng-lan”, tahun 1416 ). Tome Pires, penjelajah Portugis ( abad 16 ), dalam “Suma Oriental” menyebut kebiasaan lelaki Jawa menggunakan keris. Tak peduli kaya atau miskin, setiap laki-laki Jawa harus punya sebilah keris di rumahnya, dan mereka yang berusia 12-80 tahun menyelipkannya di sabuk selama bepergian.

Keris berhulu pesi  ( menyatu dengan bilah keris ), dikenal sebagai keris sesajen, digunakan untuk ritual mistik atau paranormal. Keras berbilah kokoh, keras tapi ringan digunakan untuk senjata perang, misalnya keris Nagasasra Sabukinten. Keris di Kesultanan Aceh berperan sebagai simbol kebesaran pemimpin. Penghuni Semenanjung Melayu menghiasi hulu keris dengan batu permata dan mengoleskan racun pada bilahnya. Penghalusan wujud dan fungsi keris menguat sejak penggunaan senjata api ( abad 19 ). Lelaki sempurna dalam idealisme Jawa harus terampil menggunakan keris ( simbol pegangan ilmu ). Tata krama menggunakan keris dan bentuk sarung keris terus berkembang. Keris pada masa kini, bersama tombak, menjadi benda logam yang luhur. Di Malaysia, dalam kultur monarki yang kuat, keris menjadi identitas kemelayuan.

Di Jawa dan Sunda, pada masa damai, keris ditempatkan di pinggang belakang, pada masa perang ditempatkan di depan sebagai kesediaan bertarung. Sarung keris Jawa memiliki variasi utama : gayaman dan ladrang. D dalam upacara kebesaran  di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.

baca selanjutnya ..

Written by Vitra AB

30/07/2011 pada 02:09

Ditulis dalam senjata tradisional

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s