Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Keris : simbol keberanian dan kehormatan orang Jawa ( Indonesia ). Jejak Majapahit di mancanegara ?

leave a comment »

Keris sudah melewati perjalanan panjang. Dari bentuk sederhana jaman kebudayaan China kuno, Vietnam dan India, sampai bentuknya yang rumit, indah dan penuh filosofi, hari ini, di Indonesia. Mungkinkah sebaliknya ? Berangkat dari Teori Sundaland, bahwa sebetulnya keris bermula dari leluhur kami ( orang Indonesia ), baru menyebar ke China, Vietnam, India dan mancanegara. ( foto : muzani )

Mari beralih ke senjata tradisional Indonesia. Keris, yang sering kita lihat menyelip di pinggang para penghuni keraton dan mempelai pria berbusana adat.  Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005. Apa sih keistimewaannya ?

Keris, kita tahu, senjata tikam golongan belati, yang bilahnya berliku dan pangkalnya melebar. Indah sekali. Guratan cerah di permukaannya memiliki pamor (damascene ). Dahulu, keris digunakan dalam perang dan sebagai pelengkap sesajian. Sekarang digunakan sebagai aksesori (ageman) busana, simbol budaya atau benda koleksi. Warga Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, Filipina Selatan (Mindanao) dan wilayah pengaruh Majapahit lainnya menggunakan keris dalam berbagai penampilan, fungsi, teknik garapan dan istilah. Keris Mindanao disebut kalis. Wah, sudah ke mana-mana. Populer sekali.

Terinspirasi Ge, terpengaruh Shiwa. Bentuk dan penghormatannya.

Ge, belati-kapak dari Tiongkok Kuno (abad 5 SM- 3 SM). Senjata tajam dari peninggalan perundagian Kebudayaan Dongson ( Vietnam ) dan Tiongkok selatan diduga menginspirasi bentuk keris. Sejumlah keris sesaji memiliki gagang berbentuk manusia (tidak distilir seperti keris modern), menyerupai belati Dongson, menyatu dengan bilahnya. Kebudayaan India ( Shiwa ) memulai penghormatan atas karya logam semacam ini. Prasasti Dakuwu (abad 6) menunjukkan ikonografi India, menampilkan “wesi aji” seperti trisula, kudhi, arit dan keris sombro. Para sejarawan sepakat, keris dari periode pra-Singasari ( keris Buda atau Sombro ) berbentuk pendek dan lurus ( prototype awal keris ). Istilah keris terpahat di prasasti ( abad 9 Masehi ). Bentuk keris terpahat di relief candi atau patung. Fungsi keris dilacak dari beberapa prasasti dan laporan penjelajah asing ke Nusantara.

Prasasti Karangtengah ( tahun 824 Masehi ) menyebut istilah “keris” dalam daftar peralatan. Prasasti Poh ( 904 M) menyebut “keris” sebagai sesaji yang perlu dipersembahkan. Keris Buda didapat Charles Knaud  (peminat mistisisme Jawa dari Belanda ) dari Sri Paku Alam V. Di keris ini tergurat tokoh Ramayana dan angka tahun Saka 1264 ( 1342 Masehi ), sejaman dengan Candi Penataran. Relief rendah di Candi Penataran, Blitar. Perhatikan bagian hulu senjata yang tidak simetris dan bilah yang langsing menunjukkan ciri keris modern. Gaya ukiran masa Kadiri-Singosari (abad 13-14) menunjukkan pen-Jawa-an gaya India, termasuk keris. Patung Shiwa dari periode Singasari ( abad 14 ) memegang “wesi aji” mirip keris yang berbeda bentuknya dari masa sebelumnya. Terlihat di Candi Penataran (abad 11-13 M), akhir Kerajaan Kediri di Blitar, Jawa Timur.

baca selanjutnya ..

Written by Vitra AB

29/07/2011 pada 02:03

Ditulis dalam senjata tradisional

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s