Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Kuda Lumping : kekuatan rakyat melawan tirani. Dibantu arwah leluhur ?

leave a comment »

Apakah mereka terlihat gagah dengan kuda dari anyaman bamboo ? Menari sekaligus makan kaca butuh keberanian besar. Anda punya nyali melawan kekuatan semacam ini ? Harry Potter pun pikir-pikir dulu. ( foto : Tjetjep Rustandi )

Kebudayaan Indonesia ada sejak dulu kala. Ditinjau dari sisi medis, psikologi  dan sosial yang tampak. Tari Kuda Lumping, salah satunya. Kembali terdengar setelah sebagian warga Johor, Malaysia, mencoba mengklaimnya. Kesenian rakyat Jawa ini lahir sebagai simbolisasi kekuatan rakyat melawan pasukan elit kerajaan. Selain hiburan murah meriah, tentunya.

Tari Kuda Lumping menggunakan anyaman bamboo berbentuk kuda. Gamelan terdiri gong, kenong, kendang dan slompret mengiringi atraksi para penunggang ‘kuda’ sampai penonton terkesima. Bocah laki-laki atau bocah perempuan berpakaian laki-laki mulai menari setelah lecutan cambuk yang menghilangkan kesadaran pemain ( kekuatan mistis ).

Mereka berjingkrak, melompat, berguling dengan suara kerincingan di kaki mereka. Bahkan, makan beling ( bohlam lampu ) dan mengupas sabut kelapa dengan giginya. Begitu lahap seperti orang kelaparan. Tidak meringis sakit atau mengeluarkan darah ketika makan benda-benda tajam tersebut. Si penunggang mencambuk kaki atau tubuhnya sendiri dengan rotan panjang sampai merasa kuat, perkasa dan digdaya. Ia makin liar melakukan hal-hal tak masuk akal orang normal.

Api menyembur dari mulut penuh bensin. Merah berarti berani. Putih berarti suci, panutan bagi warna Hitam. Atraksi mistis berbahaya ini diawasi pemimpin supranatural yang memiliki ilmu gaib tinggi. Sang penanggung jawab ini mengembalikan kesadaran penari dan menyembuhkan rasa sakit atau luka. Dalam kondisi trans, seseorang mengalami disosiasi, tak sadar keadaan sekitar dan melakukan gerak otomatis ( seperti dikehendaki arwah yang merasukinya ). Menjadi medium bagi jiwa yang ingin menyampaikan sesuatu.

Apakah bagian dalam tubuh penari terluka setelah makan kaca ? Trauma tembus abdomen bisa terjadi dalam rongga pencernaan. Usus yang paling sering terluka. Perforasi di lambung menimbulkan gejala peritonitis hebat. Pada kolon timbul gejala akut abdomen karena perangsangan peritoneum. Jadi, jangan coba-coba melakukannya tanpa pengawasan ahli. Don’t try this at home.

Menonton atau mengundang atraksi Kuda Lumping di acara-acara khusus anda, saya rasa sudah cukup membantu melestarikan tari tradisional kita. Anda setuju, kan ?

Written by Vitra AB

28/07/2011 pada 01:50

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: