Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Orang Jawa menarikan Reog di Malaysia lalu topeng Reog bertuliskan “Malaysia” ? Ah, itu Barongan ..

leave a comment »

Perang Warok melawan Singabarong. Sindiran politis bisa disampaikan dengan indah. Apakah demonstrasi massa masa kini bisa secerdik dan seindah ini ? ( foto : myzamrudkhatulistiwa )

Masyarakat Ponorogo yang mewarisi seni Reog menjaganya dengan baik, hingga kita masih bisa melihatnya hari ini. Pertunjukan Reog ditarikan oleh mereka yang memiliki garis keturunan yang jelas, dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum memulainya. Reog modern biasa dipentaskan dalam pernikahan, khitanan dan hari-hari besar nasional. Diawali dengan 2 – 3 tarian pembukaan. Tarian pertama dilakukan 6-8 pria gagah berpakaian serba hitam, wajah berpoles merah, menggambarkan sosok singa pemberani.

Tari berikutnya,  6-8 gadis menaiki kuda ( Jaran Kepang, berbeda dengan Kuda Lumping ). Tarian pembukaan lainnya, jika ada, dilakukan anak kecil dengan adegan lucu. Baru kemudian, adegan inti ( seni Reog ) ditampilkan. Untuk pernikahan, adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan, cerita pendekar. Dalam Reog, ada interaksi antara pemain, dalang ( biasanya pemimpin rombongan ) dan penonton. Penari yang kelelahan bisa diganti penari lain. Kepuasan penonton adalah yang utama. Adegan terakhir, barulah Singabarong, di mana penarinya harus berlatih spiritual ( puasa, tapa ) agar bisa membawa topeng seberat itu.

Di Malaysia, Reog Ponorogo ditarikan sebagai tari Barongan. Ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia. Menggunakan topeng dadak merak, topeng kepala harimau dengan bulu-bulu merak, asli buatan pengrajin Ponorogo. Masalahnya, ketika ditarikan ditempelkan tulisan “Malaysia” dan diaku warisan Melayu dari Batu Pahat Johor dan Selangor Malaysia. Tentu saja, protes keras muncul dari kami ( Indonesia ), pemilik asli seni Reog. Seniman Reog asal Ponorogo mengatakan, hak cipta kesenian Reog dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Ribuan seniman Reog menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Malaysia. Kemudian, datang penjelasan dari duta besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain,  November 2007, bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli mereka . Reog yang disebut “barongan”  di Malaysia itu dapat dijumpai di Johor dan Selangor, karena orang Jawa yang merantau ke Malaysia mementaskannya di sana.

Kita harap itu bukan hanya kilah untuk menyelamatkan muka. Kita harap Reog dikenal dunia sebagai milik Indonesia. Kita pun senang menonton dan menyajikan pada para turis yang datang ke tanah air. Aplus meriah bagi pelestari seni Reog dan pengundangnya. Thank you, people ..

Written by Vitra AB

27/07/2011 pada 01:44

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s