Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Reog Ponorogo : perlawanan politis melalui Singabarong dan Warok. Jangan ambil dari kami.

leave a comment »

Anda bisa menari sambil membawa topeng seberat 60 kg dengan gigi anda ? Kekuatan ini dimiliki penari Reog Ponorogo, salah satu kesenian rakyat kebanggaan kami. Jangan lewatkan. ( foto : myzamrudkhatulistiwa )

Asal usul Reog dan Warok ada 5 versi. Yang terpopuler : pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan masa Bra Kertabumi ( raja Majapahit terakhir, abad 15 ). Ki Ageng murka atas  perilaku korup rajanya dan kuatnya pengaruh Cina. Merasa kerajaan Majapahit akan berakhir, Ki Ageng lalu meninggalkan raja dan mendirikan perguruan bela diri, ilmu kekebalan dan kesempurnaan. Ia berharap murid-murid mudanya kelak menjadi generasi pembangkit kerajaan Majapahit. Sadar pasukannya tak sebanding dengan pasukan kerajaan, Ki Ageng menyampaikan pesan politisnya lewat pertunjukan seni Reog. Ia bersama masyarakat lokal melawan raja Bra dan pemerintahannya dengan kepopuleran Reog.

Topeng kepala singa dalam Reog ( Singabarong ) menyimbolkan raja Kertabumi. Bulu merak yang ditancapkan menyerupai kipas raksasa menyimbolkan pengaruh kuat rekan Cina yang mengatur  gerak-gerik raja. Kelompok penari gemblak yang menunggang kuda-kudaan ( Jatilan ) menyimbolkan kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit. Menjadi kontras dengan pemakai topeng badut merah ( Warok ) yang menyimbolkan Ki Ageng Kutu. Sendirian, ia menopang  topeng Singabarong ( berat 50-60 kg ) dengan giginya.

Kepopuleran Reog menyebabkan Kertabumi menyerang perguruan, dan melarang Ki Ageng mengajarkan warok. Pemberontakan warok diatasi, tetapi murid-murid Ki Ageng diam-diam melanjutkan. Kesenian Reog masih boleh dipentaskan, karena sudah kadung populer, asal jalan ceritanya baru. Cerita rakyat Ponorogo seperti Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit dan Sri Genthayu, lalu ditambahkan.

Reog Ponorogo kini bercerita tentang lamaran Raja Ponorogo pada putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Di tengah perjalanan, ia dicegat Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri merak dan singa. Raja Kelono ( Ponorogo ) dan Bujanganom, dikawal warok ( pria berpakaian hitam ) yang memiliki ilmu hitam mematikan. Jadilah, tari perang antara Kerajaan Ponorogo dan Kerajaan Kediri. Ditambah adu  ilmu hitam, di mana para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskannya.

baca selanjutnya ..

Written by Vitra AB

26/07/2011 pada 01:25

Ditulis dalam tari tradisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s