Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Wanita pun bisa perkasa. Srikandi menghajar raksasa dan pencuri.

leave a comment »

Tokoh hero wanita Indonesia dalam cerita pewayangan, Srikandi. Tokoh hero masa perjuangan kemerdekaan, Kartini. Di Jawa Barat, ada Dewi Sartika. Anda mengidolakan yang mana ? ( foto : rizkyhd )

Tari wireng memang macho. Apakah wanita jago tempur meski terlihat macho juga ? Kita kenal Srikandi yang gemulai namun jago berkelahi. Dalam tari pethilan, kita bisa melihat aksinya. Apa beda pethilan dan wireng yang sudah kita bahas kemarin ? Ikuti saya,..

Beksan Wireng Bandayuda.

Tari ini diciptakan masa Paku Buwono IV ( 1787 – 1820 ) di Keraton Surakarta Hadiningrat, terilhami Tari Wireng Layung ciptaan Sultan Agung ( 1613 – 1645 ) di Mataram. Jika di Wireng Lawung, 4 serdadu berlatih perang dengan tombak, maka di Wireng Bandayuda, dengan bhindi ( tongkat pendek dari rotan untuk perisai ). 4 penari juga melambangkan 4 nafsu manusia : amarah, aluamah, supiah dan mutmainah, yang bergantian mempengaruhi kehidupan manusia dan harus dikendalikan untuk meraih hidup sempurna. Pada masa Hingkang Kanjeng Susuhunan Paku Buwana IX ( 1861-1893 ), tari ini dinamakan Bandabaya dan bhindi diganti pedang. Masa Paku Buwono X, tarian diperpendek sehingga tidak membosankan.

Beksan Wireng Garuda Yakso           

Cinta Rahwana ( raja dari Alengka ) pada Sinta bertepuk sebelah tangan.  Pada masa Paku Buwana XII, R.T. Tondo Kusumo atau S. Maridi menuangkan kisahnya pada tari ini.

Tari Pethilan, hampir sama dengan  Tari Wireng, namun ditambah kisah pewayangan. Cirinya :  tari boleh sama, boleh tidak. Pakaian tidak sama, kecuali lakon kembar. Ada yang kalah/ mati. Adegan perang menggunakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran. Contoh tari ini : Bambangan Cakil, Hanila, Prahasta. Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil ( raksasa ). Perlambang penumpasan angkara murka. Tari Pethilan Srikandi Mustakaweni, mengisahkan usaha Srikandi ( istri Arjuna ) yang diminta Kresna mencari pencuri jimat Kalimasada ( Mustakaweni ) yang juga wanita. Kedua putri raja ini pun adu kekuatan, namun tak seorang pun yang menang. Tari ini diciptakan pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana XII.

Apakah penjelasan tari wireng dan pethilan ini cukup untuk anda ? Anda sekarang bisa mengenali, jika tarian jenis ini disajikan di hadapan anda. Selamat menonton.

Written by Vitra AB

12/07/2011 pada 16:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s