Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Wireng dari masa Mangkunegara I – VIII. Pemimpin keraton juga pencipta tari.

with one comment

Keris, salah satu senjata yang digunakan dalam tari wireng. Senjata tradisional Indonesia. Saya juga akan mengulasnya di posting mendatang. Tunggu saja tanggal mainnya. ( foto : muzani )

Karya budaya pun tercipta dari tangan para pemimpin Mangkunegaran, seperti Serat Tripama, Serat Wedatama, Wawacan Panji Wulung, yang memuat unsur mistik, pendidikan dan estetika. Pesan dengan lambang tokoh wayang ada dalam Wirawiyata, Candrarini, dan Tripama. Karya tari berbentuk wireng, yaitu :

Wireng Janaka – Cakil, masa Mangkunagara I ( 1957-1795 )

Masa Mangkunagara II, perang berlanjut melebarkan wilayah kekuasaan ( 4500 menjadi 5500 ), selain membangun  pura, dalem ageng dan pendopo yang lebih besar dari pendopo Keraton Kasunanan.
Wireng Harjuna Mangsah dan Wireng Putri Lenggotbawa, masa Mangkunagara III

Panji Anom ( Dhadhap Kaneman ), Wireng Sinibondo, Wireng Klono Topeng, Wireng Gunungsari Topeng, Wireng Lawung, Wireng Bondoboyo, Wireng Bondowolo, Wireng Bondoyudo, Wireng Tameng Subolo, Wireng Panji Bugis – Handoko Bugis, pada masa Mangkunagara IV ( 1853-1881 ).

Pada masa Mangkunagara V ( 1881-1896 ), bidang tari dan wayang orang cukup maju, meski menyusutkan banyak devisa negara, karena mengganasnya hama yang merusak tanaman kopi.

Tayungan Wireng, Wireng Harjunasasra – Sumantri, Wireng Kelatapura – Begawan Ciptaning, Wireng Wirun — R. Rg. Narantaka, Wireng Klana Jayengsari — Klana Saiyapati, Wireng Palgunadi—Janaka, Wireng Karna—Janaka, Wireng Lawune, Wireng Bandabaya, Wireng Bandawaka : Handaga — Dirgantara, Wireng Bandawala : Kalang — Macanwulung, Wireng Tameng Subala, Wireng Bugis ( Rewantaka ), Wireng Sancaya – Kusumawicitra, Wireng Kethek, pada masa Mangkunagara VI ( 1896-1916 ). Pemimpin yang cermat, hemat, hati—hati, teliti, tegas dan visioner ini mampu mengatasi kesulitan ekonomi, melunasi pinjaman dan meningkatkan kesejahteraan narapraja. Untuk menghemat biaya, beliau meringkas wayang semalam suntuk menjadi 4 jam saja.

Pada masa Mangkunagara VII ( 1916 -1944 ), terjadi perpaduan gaya Solo dengan Yogyakarta setelah perkawinan Mangkunagara VII dengan B. R. Aj. Marsudariah ( putri Hamengku Buwana VII  ) yang menjadi garwa padmi dengan gelar Gusti Kanjeng Ratu Timur. G.R.Ay. Siti Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardani ( putri Mangkungara VII ) berlatih menari di Kasultanan Yogyakarta. Tari yang tercipta : Wireng Mandrasmara, Wireng Mandra Kusuma ( Srikandi – Larasati ), Wireng Mandra Retna ( Srikandi – Mustakaweni ).

Masa Mangkunagara VIII ( 1944-1987 ), tari dipadatkan dengan menghilangkan gerakan berulang. Tari yang tercipta :  Wireng Priyambada – Mustakaweni, Wireng Minakjingga — Damarwulan, Wireng Menak Koncar dan Wireng Mandrasari.

Sejarah seni tradisional diketahui dari karya sastra Jawa. Beksan Wireng sudah ada sejak jaman Jenggala Kediri, sebagai sarana berlatih perang ( gladen ) para putra raja dan prajurit menggunakan pedang, tameng, keris, lawung, dhadhap, tombak, towok, godo, panah. Tari Wireng Mangkunagara tumbuh subur dan mencapai puncaknya pada masa Mangkunagara V ( dari tulisan “Mangkunagaran Wireng Dance 1757—1987 : A Historical Study”- Nanik Sri Sumarni, dosen STSI Surakarta ). Rias busananya mengacu wayang orang yang juga maju pesat, mengacu busana patung Bima di Candi Sukuh. Jiwa kepahlawanan Raden Mas menghasilkan banyak karya tari wireng, yang bersumber pada cerita   Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Klitik, Wayang Gedog, WayangRama, Wayang Ayudya dan Wayang Menak.
Dimulai dari gawang kawit ( maju beksan ), diteruskan gawang baku ( beksan ) dan diakhiri kembali ke gawang kawit ( mundur beksan ).

baca selanjutnya ..

Written by Vitra AB

11/07/2011 pada 16:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s