Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Siter dan celempung : kembar melodius, yang tak sama. Namun sehati ..

leave a comment »

Yang ini namanya siter. ( foto : frontmusic )

Ini dia, alat musik tradisional kita berikutnya. Next perfomance. Ladies and gentlemen, here are .. siter and celempung. Alat musik petik dalam gamelan Jawa, seperti kecapi di gamelan Sunda. Perhatikan bodinya. Wow.

Siter dan celempung punya 11 dan 13 pasang senar yang direntang di antara kotak resonator. Satu senar disetel nada pelog, senar lainnya nada slendro. Panjang siter sekitar 30 cm, dimasukkan dalam kotak ketika dimainkan. Panjang celempung sekitar 90 cm, memiliki 4 kaki, disetel satu oktaf di bawah siter. Siter dan celempung dimainkan bersama, dengan cengkok ( pola melodik berdasar balungan ) secepat gambang ( bertempo cepat ).

Kalau yang ini, namanya celempung ( foto : frontmusic )

Nama ‘siter’ berasal dari ‘citer’ (  bahasa Belanda ) atau ‘zither’ ( bahasa Inggris ). Sedangkan, nama ‘celempung’ terkait musikal Sunda, yaitu celempungan. Ibu jari memainkan senar siter, jari lain menahan getaran ketika senar lain dipetik. Ciri gamelan. Tangan kanan di bawah senar, tangan kiri di atas senar. Keduanya menahan getaran. Gamelan siteran ( juga gamelan lain ) terdiri siter dan celempung berbagai ukuran.

Celempung yang perkusi, ritmis, dari Sunda. Dari mana nama kembaran siter diambil.

Celempung adalah perkusi dari bambu ( bentuk bulat ), berperan seperti kendang, mengatur irama. Yang berbentuk segi 6 dan segi 8 dari bahan kayu. Pemukulnya dari bambu, dengan ujungnya dibalut kain agar bunyinya nyaring. Atraksinya disebut celempungan. Dilengkapi alat musik ( waditra ) kecapi, rebab, suling dan goong buyung. Celempung  ditiru dari icikibung, sejenis permainan tradisi ( pukulan telapak tangan dan gerak sikut di permukaan air yang menghasilkan bunyi unik ).

Sedang yang ini, celempung juga, tapi dari bambu. Dari Sunda .. ( foto : wikipedia )

Celempung dimainkan dengan 2 cara ; dipukul (  kedua alur sembilu dipukul bergantian, tergantung ritme dan suara yang diinginkan ) dan diolah ( tangan kiri mengatur besar kecil suara yang keluar dari badan celempung ). Suara tinggi diperoleh dengan membuka lebih lebar. Suara rendah dengan menutup rapat lubang. Suara yang dihasilkan celempung bisa beragam, tergantung keahlian pemain. Sayangnya, alat musik ini sudah jarang dimainkan. Dalam ensambel, peran celempung diganti kendang dan kulanter. Beginilah, jika musik tradisi kurang dilirik. Ia bisa punah, tinggal kenangan.

Mari hidupkan seni tradisi kita !

Written by Vitra AB

20/06/2011 pada 18:20

Ditulis dalam musik tradisi

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s