Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Musik Dogdog : dari upacara adat menjadi hiburan rakyat. Meriah, euy ..

with 5 comments

Seni dogdog lojor memeriahkan upacara adat, juga hiburan rakyat. Nanggap dogdog untuk acara perkawinan, mangga. Untuk mengisi acara syukuran, leres. Yang penting, kesenian tradisi terus dihidupkan dan menghidupi senimannya. Setuju ? ( foto : disparbudjabar )

Anda pernah mendengar kata dogdog ? Atau melihatnya, barangkali ? Saya sering mendengarnya ketika hari2 pertama sahur bulan Ramadhan. Seringnya, dogdog lojor dihadirkan masyarakat Banten, khususnya Badui, untuk memeriahkan upacara adat seperti ; seren taun, sedekah bumi,  ruwatan, ngabaladah `pembukaan’  ladang baru, perkawinan dan syukuran 40 hari bayi lahir. Seni dogdog menjadi sarana mengungkapkan syukur, penolak bala dan persembahan.

Dogdog Lojor berasal dari kata dogdog dan lojor ( bahasa Sunda dialek Banten ), artinya dogdog yang panjang. Alat musik tabuh ini terbuat dari kayu berongga sepanjang 90 – 100 cm berdiameter 15 cm, mengecil sampai 12-13 cm. Rongga yang 15 cm ditutup kulit kambing kering yang diikat dengan tali dan dibaji supaya kencang. Terdengar suara dog.. dog.. dog jika kulit dipukul. Kalau panjangnya antara 30-40 cm disebut dogdog ( saja ).

Pemain seni dogdog minimal 12 orang. 4 pemain dogdog, 8 pemain angklung, yang dibagi menjadi 2 kelompok demean yang sama. Saat ini, pria dan wanita bisa memainkannya.  Pukulan dogdog mengawali permainan. dogdog pakpak pong, pak……………. Pak……. pong, serempak angklung melagukan “Kacang Buncis” atau “Tongeret”.

Kacang Buncis

Cis kacang buncis nyengcle
Ti anggolati kuda
Nu geulis tembong pingping
Keun bae jang kaula
Cis kacang buncis nyengcle
Kembang cengek nu mencenges
Nu geulis keur ngalewe
Dasar awewe jerenges

Tongeret

Tongeret tong

Tongeret tong kerrmiiiii

Tamiang dibeulahan dibeulahan

Awewe wantererrrrrrrrrrrr Awewe wantereriiiiiiirrrr

Ngajak kawin kaduaan kaduaan

Ucing-ucingan

Oray-orayan
Ngadu bedug / dogdog
Ngadu domba
Ngadu jalan

Instrumen “Tongeret” menjadi irama  dasar  yang terus mengiringi permainan. Permainan waditra ditingkahi gerakan dinamis dan teriakan hoyah para pemainnya. Permainan ini memiliki kesamaan dengan : angklung Buncis daerah Priangan, angklung Gubrag daerah Bogor, bedug Lojor daerah Banten Selatan dan Utara, angklung Bungko daerah Cirebon dan badeng Badud daerah Priangan sebelah utara. Dogdog lojor tersebar ke Banten selatan ( Bayah, Carucuk, Ciherang, Cisungsang, Cisitu, Citokek, Cinangka, Kanekes Baduy ) dan Sukabumi ( Sirnaresmi, Ciptarasa Cisolok ).

Para tokoh pengembang seni dogdog lojor : Bapak Oco, Mansyur, Okri ( Cibeber, Kabupaten Lebak ), Panji Wulung, UPEC pimpinan Uhen Cikotok ( Pasir Nangka, Kabupaten Lebak ). Seiring perkembangan jaman, seni yang dahulu dilakukan dengan khidmat, kini dilakukan dengan penuh kegembiraan sebagai hiburan rakyat yang bisa digelar kapan dan di mana saja.

Written by Vitra AB

03/06/2011 pada 18:02

Ditulis dalam musik tradisi

Tagged with , , , , ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Waahh… baru tau…
    Thank’s dah Sharing 🙂

    dewanada

    03/06/2011 at 18:06

  2. kang bisa download ga suara musik dogdog nya????

    yandi

    22/11/2011 at 20:02

  3. Bagus sekali infonya,… ^_^
    Punya instrumen lagu oray-orayannya gx??

    Ran Mouri Tiasflo

    22/12/2011 at 10:07

  4. 1.tokecang-tokecang …
    malin pendil tosblong…
    angeun kacang – angeun kacang …
    sapariuk kosong..

    2.sepdur-sepdur…
    mantri-mantri makan debur…
    gelas depan-depan..
    pit alaipit kuda lari kejepit…

    mugkin ini juga sepenggal lagu-lagu dahulu🙂
    mungkin??!!!heehehhehe…

    Asep kurnia wangsadirja

    02/01/2012 at 12:11


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s