Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Mimi Rasinah : maestro tari topeng Indramayu. Menari sampai mati.

leave a comment »

Mimi Rasinah dalam salah satu aksi panggungnya yang mempesona. Akankah generasi penerus serius mewarisi kepiawaiannya menari topeng ? Kebesaran, kejayaan bangsa kita, dimulai dari penghargaan tinggi pada seni tradisi, jati diri bangsa. Bangga pada budaya Indonesia, disusul bangga menggunakan produk dalam negeri. Selanjutnya, makmur sejahtera. Duh, bahagianya.. ( Foto : courtesy of Kamabudaya )

“Mimi ingin menari sampai mati,”kata Mimi Rasinah, setahun lalu. Sang maestro topeng Indramayu, dengan tubuh renta dan sakit-sakitan ingin mengakhiri usianya dengan menari. Mengharukan. 4 Agustus 2010, tari topeng Panji Rogo Sukmo di Bentara Budaya Jakarta pada acara “Indramayu Dekat di Hati” menjadi tarian perpisahan Mimi. Mimi mewariskan tariannya kepada cucunya, Aerli ( 24 th ) yang tampil bersamanya di pembukaan acara.  Sabtu ( 7/8/2010 ) pukul 14.30, Mimi ( 80 th ) menghembuskan nafas terakhir di RSUD Indramayu. ( Wanita kelahiran Pekandangan, Indramayu, 5 Mei 1930,  sempat mengeluh pegal2 setelah pentas, kemudian sakit perut ).

Indramayu merasa kehilangan. Seniman di Cirebon juga. Doa bersama dipanjatkan untuk menghormati Mimi Rasinah dipimpin Pangeran Agus Djoni dari Keraton Kanoman, di acara pemilihan Duta Tari Topeng di Cirebon. Acara yang diselenggarakan Cirebon Art and Culture ini dihadiri seniman se-Ciayumajakuning dan Bandung. Di Gedung Kesenian Kota Cirebon ( 9/8/2010 ) digelar 5 pewaris topeng Cirebon, Indramayu dan Majalengka, termasuk Aerli. Pagelaran ini menampilkan tarian para pewaris dari maestro topeng sebelumnya, ujar Dadang Kusnandar, budayawan dan pengamat seni Cirebon.

Mimi dikebumikan di pemakaman umum di desanya di Pekandangan. Mimi meninggalkan seorang putri, Waci ( 50 th ) dan 5 cucu. Salah satunya, Aerli yang dipersiapkan Mimi sebagai penggantinya. Tubuh Aerly bergetar ketika sepanggung dengan nenek tercintanya. Ia merasa ada kekuatan lain yang terpantul dari gerak tari Mimi. Penampilan terakhir yang sangat berbeda. Beberapa hari sebelumnya, Mimi berpesan kepadanya agar kelak topeng kelana dan kosmetiknya ikut dikubur.

Menari sampai mati, ‘pergi’ bersama topeng kelana kesayangan, juga memiliki pewaris tariannya, sudah diraih Mimi. Akankan satu pergi, tumbuh seribu di Indramayu, atau tanah air ? Bagaimana generasi penerus ?

Written by Vitra AB

25/05/2011 pada 13:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s