Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Bandung Wayang Festival ( BWF ) 23-30 April 2011. CCL : ruang seni publik. Mana ekspresimu ?

leave a comment »

Komunitas Celah-Celah Langit ( CCL ) mementaskan lakon 'Air' di gedung teater tertutup Taman Budaya Lampung. Mengolaborasikan teater, tari, seni rupa dan multimedia. Membangun kesadaran lingkungan. Lewat lakon ini pula, CCL melanglangbuana ke beberapa negara. Pakistan, Slovenia, Spanyol, Australia, dll. Jadi, jangan main2 dengan anak gang, ya . Man behind the gang. ( foto : Lampung Post )

Gang. Sebagian warga kota, terutama yang termarginalkan, tinggal di dalamnya, di belakang deretan rumah gedongan yang berjajar rapi di tepi jalan raya. Berdesak-desakan. Orang sering menyebutnya kantong kumuh. Penghuninya sering dianggap sebelah mata. Bagaimana jika di sini, dalam keterbatasannya, ada yang sanggup berekspresi dan mendapat Anugerah Budaya Dua Abad Kota Bandung ? Kita menoleh ingin tahu. Who are these people ?

Imam Soleh ( 45 ) dengan Celah Celah Langit ( CCL ) memulainya di kawasan belakang Terminal Ledeng, Bandung. Imam adalah dosen penyutradaraan dan pemeranan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia ( STSI ) Bandung, pimpinan Center of Cultural Ledeng ( CCL ), juga direktur artistik Celah-Celah Langit ( ACC ).  Ia menggiatkan aktivitas seni ruang publik CCL yang berkembang menjadi ruang ekspresi masyarakat setempat.  Para penampil berdatangan dari berbagai tempat, menjadi komunitas CCL sekarang. Sebuah komunitas sastrawan dan masyarakat pencinta sastra di Bandung.

Ruang seni di gang2 bisa meraup nilai dan menghantar pesan moral. Jika Bandung menobatkan diri sebagai Kota Bermartabat, masyarakat seharusnya tidak susah mencari ruang untuk berekspresi. Tak terjangkau masuk gedung pertunjukan, kata Imam. Padahal, berbagai aliran seni baru terus merangsek masuk. Menggoyah sendi kehidupan kita.

Pilih berseni daripada tawuran. Kalender budaya indikator beradabnya kota.

Ulah sampai tawuran atuhlah urang mah. Isin. Mending berkarya lewat seni,”ujar Iman, nyunda. Ya, bagaimana kalau setiap gang punya tempat untuk berekspresi, sekaligus bersilaturahmi ? Selain seni budaya terangkat, kota pun akan kian nyaman ditinggali. Di mana pun posisi anda saat ini. Beradab dan berbudaya.

Ada pagelaran Wayang Golek, Wayang Kulit, Wayang Orang, koreografi / sendratari, Wayang Po Tee Hey, Wayang Kontemporer and many more. Don’t miss it. ( foto : bdgwayangfestival.org )

Bandung Wayang Festival akan diselenggarakan 23 – 30 April 2011, menampilkan pagelaran, pameran dan sarasehan tentang wayang dalam berbagai bentuk ; wayang tradisi, komik, animasi, koleksi, multimedia, dsb. 21 – 26 Maret 2011 sedang dilakukan road show-nya.

Terbuka untuk umum dan gratis. Jangan terlewat. Sukseskan acara ini dengan segenap kemampuan masing2. Wayang Indonesia sudah diakui UNESCO sebagai satu dari 28 Warisan Budaya Dunia. Masterpiece Intangible. Kewajiban kita untuk melestarikan budaya leluhur, sekaligus mempertahankan pengakuan dunia tsb. Seluruh warga Indonesia, di rumah gedongan, maupun di gang, yuk datang dan berekspresi.

Klik info lengkapnya di http://bdgwayangfestival.org/home.html

Venue-nya di :

  • Bandung Indah Plaza
    Jl. Merdeka No.56- Bandung
  • Kampus Itenas
    Jl. PKH Hasan Mustopa No.23,  Bandung
  • Museum Sribaduga
    Jl. BKR No. 185, Bandung
  • Studio Seni Barli
    Kota Baru Parahyangan-Padalarang
  • Toko You
    Jl. Hasanudin No. 12 , Bandung
  • Museum Barli
    Jl. Ir. Sutami No. 91, Bandung
  • Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ( MPRJB )
    Jl. Diponegoro,  Bandung
  • Paris Van Java ( dalam konfirmasi )
    Jl. Sukajadi,  Bandung

Written by Vitra AB

23/03/2011 pada 14:45

Ditulis dalam kegiatan seni, komunitas, tempat seni

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s