Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Pariwisata Indonesia 2011 : kuliner lokal, 50 destinasi, 88 kawasan, 569 desa wisata & Visit Museum Year

with one comment

LemburKuringFoodPhotography

Nasi timbel. Siapa yang tidak kenal ? Dari restoran mewah sampai tenda biru pinggir jalan, makanan khas Jawa Barat ini tersedia. Wisata kuliner lokal terus digalakkan untuk menunjang pariwisata Indonesia. Sukseskan, yuk, dengan memilih menu tradisi sebagai pengenyang perut anda dan keluarga. Sekaligus memupuk kecintaan pada tanah air. ( foto : sendokgarpu )

Jurus budaya untuk meningkatkan ketahanan nasional kita bisa dimulai dari lidah. Citarasa lokal yang mengeksplorasi kekayaan rempah nusantara. Wisata kuliner Kota Bandung sudah memulainya. Bagaimana tantangan global bisa disiasati  industri kuliner kita ? Menurut Dewi Turgarini, begini caranya ;

  1. Kreatif dan inovatif mengembangkan produk berbasis sumber daya alam dan manusia.
  2. Pemerintah memperhatikan daya lingkungan sosial dan alam ( ramah lingkungan ).
  3. Memiliki style lokal.
  4. Semua elemen sumber daya manusia memiliki sifat ramah.
  5. Mampu bertahan pada nilai lokal, bersikap lokal dan berpikir global.
  6. Produk wisata kuliner otentik, tak ada di daerah atau negara lain.
  7. Menjaga kesederhanaan produk.

Tren wisata dari pengunjung domestik dan mancanegara ;

  1. mengarah individu. Perjalanan dalam bentuk grup kurang diminati.
  2. Kesadaran teknologi yang meningkatkan pengetahuan wisatawan untuk mencari sendiri obyek wisata kuliner yang diminati.
  3. Kesadaran lingkungan membuat wisatawan tak berselera lagi untuk mendatangi tempat yang tak menghiraukan hal tersebut.
  4. Selain lidah, penikmat kuliner juga memanjakan panca indera ; penciuman, pendengaran, penglihatan dan alat rabanya.
  5. Penggunaan media sosial seperti Facebook, Twitter, untuk mempercepat arus informasi industri kuliner.
  6. Bentuk penghargaan uang yang dikeluarkan wisatawan harus benar2 sebanding dengan apa yang mereka nikmati.

Beberapa restoran di Bandung yang mempertahankan kuliner khas Jawa Barat  seperti ; makan bancakan dan sambara, Sagoo Kitchen, Kampung Daun, warung nasi, nasi bakar, Restoran Raja Sunda, Warung Nasi Ibu Imas, D’Kiosk, awug, surabi, Restoran Sindang Reret, Rumah Makan Cibiuk, Warung Cepot, Rumah Makan Cibiuk, Warung Cepot, Rumah Makan Bumbu Desa, Warung Ceu Mar, Boemi Joglo dan sebagainya.

Pengusaha kuliner Jawa Barat, tahun ini, harus siap mengembangkan strategi  pemasaran berupa horizontal marketing yang berorientasi pada kegiatan co-marketing society dan electronic based marketin untuk melengkapi strategi pemasaran konvensional yang bersifat vertikal serta bertumpu pada pull dan push strategy. Kerja lebih keras dan cerdas.

Sasaran promosi wisata. 1.966.514.816 pengguna internet, 6.845.609.960 warga dunia.

Promosi pariwisata nasional sekarang mengarah ke media sosial yang cepat, luas, serentak, efektif dan efesien. Menurut internets world stats yang memperkirakan jumlah pengguna internet di dunia mencapai 1.966.514.816 orang dari 6.845.609.960 penduduk dunia.  Pariwisata Indonesia ( 2010 – 2014 ) berupaya meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara dan MICE ( meeting, incentives, conventions, exhibitions ). Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, tahun 2011 akan dilaksanakan berbagai even internasional seperti ; Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, Indonesia MICE and Corporate Travel Mart, International Ecotourism Bussiness Forum and Mart, Meeting Incentive Forum Asia, ASEAN Tourism Forum. Juga, Visit Museum Year sebagai upaya memulai “Gerakan Nasional Cinta Museum”.

Berbagai program tersebut selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010-2025 yang disusun Kemenbudpar. Menteri Jero Wacik akan mengembangkan 50 destinasi pariwisata nasional dan 88  kawasan strategi nasional serta kawasan pengembangan pariwisata di seluruh Indonesia. Ekspektasi pengembangan desa wisata menjadi 569 desa yang diharapkan jadi pondasi masa depan pariwisata Indonesia. Para wirausaha, pelaku industri kuliner yang tergabung dalam organisasi PHRI, ICA, Ikabuga, APJI, dll, diharapkan bergerak, mengambil peluang ini dan bersinergi memancing peserta ke wilayah Jawa Barat. Sekarang momentum yang tepat bagi seluruh stakeholder pariwisata untuk membangkitkan kuliner Jabar di panggung internasional, yang juga diminati wisatawan domestik.

Written by Vitra AB

03/03/2011 pada 11:02

Ditulis dalam menu tradisi

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. nice

    salwanaz

    03/03/2011 at 11:08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s