Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

King of pop Sunda, Darso di atas Sisingaan, dielu fans.

leave a comment »

Darso, seniman calung yang banyak fansnya. Meski trendi, ia senang naik sisingaan untuk memeriahkan aksi panggungnya. Benar2 mengangkat seni tradisi.

Keinginan seniman seni calung yang kini lebih dikenal sebagai penyanyi pop Sunda, Darso, akhirnya tercapai juga. Selain permintaan untuk tidak tampil hanya dengan 2 lagu pada acara rangkaian hiburan yang digelar sebuah produk waralaba di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Minggu ( 2/5/2010 ) lalu, dirinya ingin tampil berbeda dengan penyanyi lain pada umumnya, juga diluluskan. Yaitu, mengusung Darso sebelum naik panggung dengan kesenian gotong singa. Ribuan pengikut acara jalan sehat pun histeris !

Sesampainya di panggung, Darso disambut tawa para personel bandnya. Namun, Darso cuek saja, seraya meminta mike untuk menyanyi. Enam tembang pun disuarakan, diantaranya “Kabogoh Jauh” dan “Dadali Meuting”.

“Sebenarnya dia ( Darso ) akan lebih banyak menyanyi, tetapi karena waktu habis saat dikerumuni peserta gerak jalan, akhirnya hanya enam lagu. Tetapi mau gimana lagi, dia memang milik urang Sunda dan kita harus mengusungnya dengan berbagai kekhasan penampilannya yang berbeda dari penyanyi lain,” ujar Rudi Rusadin, pimpinan penyelenggara acara.

Selain sang phenomenon king of pop Sunda, publik Kota Bandung, pagi hingga tengah hari itu juga dihibur grup band asal Kota Bandung, Five Minutes dan penyanyi seksi asal Malangbong, Mulan Jameela. Acara yang digelar sekaligus untuk memperingati HUT ke-200  Kota Bandung, dikemas sebagai hiburan rakyat untuk warga Kota Bandung dan sekitarnya, kata Voldy Setiawan, Marketing Manager Yomart, selaku pihak penyelenggara. Selain sisingaan, juga ditampilkan atraksi seni kuda silat, tari jaipongan, rampak kendang, benjang helaran, serta adu domba. Kesenian tradisional yang kurang dikenal, begitu ditampilkan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat, terutama orang tua.

Kalau pemerintah daerah benar2 mencintai seni budaya tradisi, coba kesenian seperti ini  secara rutin ditampilkan, karena tidak kalah menarik, kata Mahmud ( 52 ) dalam bahasa Sunda, warga Parakansaat, yang ikut lomba gerak jalan karena dijanjikan hiburannya Darso. ( Retno HY/ PR, 9/5/2010 )

Written by Vitra AB

10/05/2010 pada 23:27

Ditulis dalam seniman

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: