Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Ekspor kelom & bordir senilai 85 juta USD. Laku keras, ya ..

leave a comment »

Kelom geulis Tasik, siapa nyana menarik konsumen luar negeri. Ayo, eksplorasi produk tradisi lainnya. Kita harus tangguh menghadapi CAFTA, APEC, dsb

TCCF ( Tasik Culture and Craft Festival  )  yang digelar pemkot Tasikmalaya di Jalan H.Z. Mustopa, Tasikmalaya, resmi dibuka dengan ditandai pemberangkatan ekspor kelom geulis dan bordir ke Dubai, yang diangkut dengan truk2 dari PT Pos Indonesia, Tasikmalaya. Anyaman mendong dan mebel juga diekspor ke Dubai, Amerika, Inggris, Taiwan, senilai 85 juta USD. Pemberangkatan produk ekspor itu dilakukan Deputi Menteri KUKM Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Ir. Agus Muharram, M.S.P, yang ditandai dengan pemecahan kendi. Masyarakat disuguhi penampilan kesenian tradisional, gabungan dari seniman2 Tasikmalaya.

Menurut Koordinator Seni Oratorium, Tatang Pahat dan Acong, kesenian yang ditampilkan meliputi ; oratorium “Tasikmalaya Bangkit”, angklung sered, angklung buncis, angklung badud, tari helaran, dog-dog, kuda lumping, pencak silat, dan memedi yang disutradarai Wahyudin. Agus mengatakan, masyarakat jangan hanya menyampaikan slogan cinta produksi Indonesia, tetapi juga harus mau membeli produk Indonesia. Hal senada diucapkan walikota Tasikmalaya, H.Syarif Hidayat yang mengatakan, mencintai kerajinan lokal Tasikmalaya itu harus dengan sepenuh hati.”Jangan cinta monyet, tapi terjun langsung memproduksi dan mengelola kerajinan unggulan Kota Tasikmalaya.”

Menurut Ketua Panitia, Toni T.Easy, penyelenggaraan pameran dalam rangka mengantisipasi pemberlakuan CAFTA ( China – ASEAN Free Trade Area ), yang mau tak mau bisa menimbulkan permasalahan terhadap kalangan industri, khususnya industri menengah. Pameran produk kerajinan unggulan yang diselenggarakan 24-25 April 2010  itu meliputi bordir, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu, alas kaki/ kelom geulis, payung Tasik, kerajinan kayu/ mebel, konveksi, makanan olahan, kerajinan kerang, dll, serta kesenian daerah.

Tampak hadir pula, Hamdan ( Deputi Bidang Pemasaran dan Pengembangan Usaha ), H.Dede Sudrajat ( wakil walikota Tasikmalaya ) dan unsur pimpinan daerah Kota Tasikmalaya. Tampak hadir Ketua Yayasan Bordir Provinsi Jabar, Ny.Hj. Rosi Januar P.Ruswita. Di stan HU Pikiran Rakyat dan HU Kabar Priangan, Deputi Menteri sempat menerima plakat dan membubuhkan tanda tangan di HU Kabar Priangan. ( PR, 25/4/2010  ).

Written by Vitra AB

22/02/2010 pada 01:23

Ditulis dalam produk ekspor

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: