Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Keroncong Mandarin : akulturasi, survival & Bengawan Solo.

leave a comment »

Seni tradisi agar dilirik kaum muda dan meraih penggemar lebih luas, bisa 'dikawinkan' dengan seni dari luar. Misalnya, alat musik Sasando ( Kupang, NTT ) dengan lagu Air Supply ( Australia ), seperti yang dipertunjukkan Berto Pah di Indonesia Mencari Bakat, TransTV. Tarian Jaipong ( Sunda, Jabar ) dengan tari kontemporer, ( bahkan gerakan rap ), seperti dipersembahkan Rumingkang dari Bandung di ajang pencari bakat tsb. Keroncong Mandarin, akan menarik etnis Tionghoa. Semoga, kiat2 survival tsb sekaligus menambah kecintaan kita semua pada seni tradisi Indonesia. Will you join the club ?

Siapa bilang musik keroncong tidak dapat diadaptasikan dengan genre musik lain ? Terbukti, Bondan Prakorso telah berhasil mengadaptasikan keroncong dengan “rap”. Satu kreasi notabene telah menawarkan jenis musik keroncong baru yang berbeda. Bukan saja dari aliran musiknya yang langgam menjadi menghentak, tetapi kesan muncul pun terasa lebih bebas dan santai. Padahal, semua orang tahu keroncong adalah musik beraliran langgam dan tenang.

Pro kontra pun muncul. Sekelompok kalangan tertentu setuju mengacungkan jempol, karena Bondan sudah membuat sesuatu yang baru dari keroncong. Bondan juga dinilai sebagai generasi muda yang mau peduli pada keroncong. Sementara sekelompok yang tidak setuju mengkritik, Bondan telah merusak keroncong. Pakem keroncong dilanggar, sehingga musik karyanya pun disebut-sebut sebagai keroncong “protol”. Alias “pecahan” atau serpihan keroncong.

Terlepas dari perseteruan itu, di Bandung muncul musik keroncong berbalut irama Mandarin. Musik ini diperkenalkan pertama kali oleh Harmony Chinese Music Group, pada Festival Keroncong Internasional ( FKI ) di Solo setahun lalu. Kelompok musik yang digawangi Andry ini, berhasil membuat satu akulturasi 2 aliran musik yang berbeda. Musik keroncong dan musik Mandarin yang bernuansa tradisi. Hasilnya, satu karya seni yang penuh harmoni. Andry di studionya di kawasan Cipaganti, Bandung, mengatakan, Keroncong Mandarin adalah musik keroncong yang dibawakan dengan peralatan musik Mandarin. Sementara, langgamnya tetap keroncong, sehingga hasilnya tak terlalu beda jauh dengan keroncong asli.”Hanya saja kesan dan nuansanya jadi lain. Sebab, ada harmoni yang menyatu dengan antara langgam dengan Mandarin,”ujarnya.

Dari Bunga Anggrek sampai Bengawan Solo

Sudah banyak lagu keroncong y ang diadaptasikan Andry ke dalam irama Mandarin. Antara lain, lagu2 keroncong langgam seperti “Bunga Anggrek”, “Bandung Selatan”, “Jembatan Merah”, dan lagu andalan musik keroncong “Bengawan Solo”. Diakui Andry, tidak ada kesulitan yang berarti manakala musik keroncong diadaptasikan ke dalam musik musik Mandarin. Dengan demikian, tidak begitu menuai kontroversi dari para penggemar fanatik keroncong. Lagi pula, sesuai dengan era dan budaya yang terus berubah, adalah sah bila keroncong sebagai karya seni mengalami perubahan. Sebab, seni maupun budaya merupakan satu karya cipta yang tidak bisa mengelak dari perubahan. Bahkan, mengubah atau mengadaptasi suatu karya seni termasuk keroncong adalah suatu keniscayaan. Dengan begitu, ada apresiasi dari masyarakat pada jamannya terhadap karya seni tersebut.

Andry mengaku tidak khawatir dengan reaksi masyarakat terhadap karya baru keroncong hasil apresiasinya. Dari rekapitulasi tanggapan yang diperolehnya di Youtube, menunjukkan banyak masyarakat yang menerima karya musik keroncong Mandarin ini. Bahkan, tidak hanya dari penanggap dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Saya malah bersyukur, karena ternyata banyak penyuka keroncong yang menerima karya kami.

Untuk karyanya ini, Harmony Chinese Music Group ( HCMG ) memasang Tia Kartika sebagai vokalis. Kini, menyongsong FKI 2 yang akan digelar bulan ini di Solo, HCMG tengah mempersiapkan komposisi baru untuk beberapa lagu keroncong. Kalau tidak ada aral melintang, mereka akan kembali manggung di perhelatan akbar keroncong se-Nusantara itu.”Kalau dulu, kita bangga sekali, karena jadi grup pembuka di hari pertama. Entah pada FKI2 nanti, semoga saja,”ujar Andry. ( Eriyanti/ PR, 13/06/2010 )

About these ads

Written by Vitra AB

26/05/2011 at 05:52

Ditulis dalam kegiatan seni, musik tradisi, seniman

Tagged with ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: