Kota Manusia

seni tradisi dihidupkan, baca buku digiatkan

Majalah humor Sunda “Cakakak” terbit lagi.

with 5 comments

Edisi pertama majalah Cakakak, Mei 2010. Setelah sempat vakum terkendala SIUPP, majalah humor Sunda ini kembali menyapa pembaca. Tertawa dan mentertawakan diri. Bijak memaknai peristiwa.

Majalah humor bahasa Sunda, Cakakak, mulai saat ini bisa dinikmati kembali oleh masyarakat Sunda. Edisi pertama diluncurkan pada acara “Gelar Munggaran Majalah Humor Basa Sunda, Cakakak Landong Baeud Ubar Jamedud” di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan ( YPK ), Jalan Naripan, Minggu ( 9/5/2010 ). Majalah yang terbit tahun 1987 ini sempat terhenti tahun 1988 ( cetakan ke 8 ) karena terbentur Surat Izin Usaha Penerbitan Pers ( SIUPP ).

Girang Nampuyak ( pemred ) Majalah Cakakak, Taufik Faturohman mengatakan, pihaknya mempersiapkan peluncuran edisi perdana Cakakak yang baru ini selama 2 bulan. Majalah ini bisa kembali terbit berkat dukungan penggemarnya di akun Facebook majalah Cakakak. Majalah ini tak hanya membuat orang tertawa, tapi  juga memberi pelajaran bahasa Sunda yang baik. Humornya disampaikan dengan bahasa Sunda yang bagus sesuai EYD. Taufik, Cakakak dapat meningkatkan minat membaca majalah bahasa Sunda, terutama di kalangan generasi muda.

Dewan Suro Seuri ( Dewan Redaksi ) Majalah Cakakak, Aang K.Kusumahdinata ( Kang Ibing ), mengatakan, sangat bangga jika orang2 dapat membaca majalah tsb. Membuat komedi itu sulit, sangat dipengaruhi situasi, kondisi, lingkungan dan pendidikan. Humor di kita hanya dipandang sebelah mata, padahal di balik humor sebenarnya penuh filsafat hidup dan makna tragedi. Acil “Bimbo” Darmawan, anggota Dewan Redaksi Majalah Cakakak, mengatakan, masyarakat jaman sekarang sangat membutuhkan kehadiran majalah humor, seperti Cakakak. Humor orang Sunda memiliki kekuatan tersendiri, bagian dari kehidupan. Kembali terbitnya majalah ini merupakan bentuk pemeliharaan bahasa Sunda. Kalau bukan kita yang memelihara, siapa lagi, kata Kang Ibing. Di satu sisi, kita tertawa dibuatnya, di sisi lain kita mentertawakan diri sendiri ( menangis ). ( PR, 10/5/2010 ).

About these ads

Written by Vitra AB

10/05/2010 at 23:38

Ditulis dalam media cetak

Tagged with

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. alhamdulillah . . . , tuh geuning . . . , deer ah!
    tapi kumaha eta ststus SIUP-na, moal matak makum deui kana Cakakak?

    Dedy Kusnaedi

    10/05/2010 at 23:58

  2. nuhun, prung ah makalangan, landong baued nu pas pisan, manawi bade langganan via pos kumaha carana kang..?

    ahmad kosasih

    13/07/2010 at 17:45

  3. pengen berlangganan majalah humor CAKAKAK bisa ga…???

    noeakbar

    15/07/2010 at 07:54

    • @ Ahmad Kosasih & Noeakbar :
      Wah, banyak yang penasaran dengan majalah humor sunda ini, ya. Yang pengen berlangganan bisa telpon ke bagian sirkulasi Cakakak di ( 022 ) 2016922. Saya juga punya satu eksemplar baru seharga Rp 12.500,-, kalau mau.

      kotamanusia

      17/07/2010 at 00:47

      • dmn tiasa meser cakakak?

        erwin

        30/11/2011 at 11:25


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: